hello

Situasi dan Kontak Terbaru Kampus di Seluruh Dunia

Kabar Tercepat dan Sisi Terbaik Setiap Berita

Acara dan Ulasan

PERATURAN TERBARU PENDIDIKAN INDONESIA

Showing posts with label Daily Notes. Show all posts
Showing posts with label Daily Notes. Show all posts

Friday, 27 May 2016

Kisah Guru Memeluk Muridnya Yang Datang Terlambat

Terkadang kita tidak pernah tahu mengenai apa alasan seseorang tidak bisa menghadiri dalam sebuah acara penting seperti pernikahan, peresmian sebuah perusahaan atau justru sebuah ulang tahun pernikahan semua tentu ada sebuah alasan yang mendasar tidak bisa datang dalam hal itu.

Begitu juga dengan seorang pelajar yang satu ini, dimana dirinya memiliki alasan besar mengapa dirinya selalu telat ketika dirinya masuk kelas.

Awalnya ia selalu mendapatkan hukuman setiap hari dari gurunya lantaran nyaris setiap hari dirinya selalu telat masuk ruang kelas dan pelajaran sudah berjalan beberapa menit.

Dan tidak semua orang yang memiliki cita - cita itu selalu mengutarakan impian dan juga kerja kerasnya dalam mencapai sesuatu hal yang di inginkannya. Sama halnya dengan murid yang selalu terlambat masuk sekolah ini demi mengejar cita - citanya ia memutuskan untuk tetap bersekolah meski keterbatasan dana merupakan satu masalah besar baginya.

Demi bisa membiayai sekolahnya sendiri murid ini rela menjadi loper koran yang mana membuatnya harus selalu terlambat beberapa menit untuk masuk kelas. Namun meski begitu ia tetap berusaha untuk mendapatkan pelajaran di jam - jam awal meski resikonya harus mendapatkan hukuman dari guru.

Akan tetapi suatu ketika si guru melihat perjuangan murid tersebut ketika mencari tau mengapa murid itu selalu terlambat datang ke sekolahan. dan ketika melihat bahwa setiap harinya murid tersebut memiliki tugas mengantarkan koran - koran sang guru pun mengerti apa alasan murid tersebut kerap masuh kelas terlambat.

Dan di hari berikutnya saat mengetahui murid tersebut telat masuk kelas lagi sang guru pun tidak memarahinya melainkan justru memeluknya sambil menangis.

Memang akan sangat lebih baik jika kita melihat orang dan menilai orang itu bukan lantaran dari kasingnya saja tapi cobalah cari tau lebih lagi mengenai orang tersebut dan cari tau mengapa ia bersalah atau mengapa ia melakukan sebuah kesalahan itu, Semoga postingan ini bisa bermanfaat dan memotivasi kita semuanya.

Monday, 6 October 2014

Hukum Poligami Dalam Agama Islam

Mengapa Rasulullah SAW beristeri lebih dari empat ?

Sering menjadi pertanyaan di tengah-tengah masyarakat, mengapa Rasulullah SAW beristeri lebih dari empat orang? Sementara kaum Muslim diharamkan kawin lebih dari empat orang?

Seperti kita ketahui bahwa kaum misionaris dan orientalis sering menyerang Islam dengan masalah poligami Rasul ini.

Syekh Yusuf Qardhawi dalam kumpulan fatwanya menguraikan bahwa pada masa pra Islam, belum ada ketentuan mengenai jumlah wanita yang boleh dikawin. Belum ada batas, patokan, ikatan, dan syarat. Jadi, seorang laki-laki boleh saja kawin dengan sekehendak hatinya.

Hal ini memang berlaku pada bangsa-bangsa terdahulu, sehingga diriwayatkan dalam Perjanjian Lama bahwa Daud mempunyai 100 orang istri dan Sulaiman mempunyai 700 orang istri serta 300 orang gundik.

Ketika Islam datang, dibatalkanlah perkawinan yang lebih dari empat orang. Apabila ada orang yang masuk Islam sedang dia mempunyai istri lebih dari empat orang, maka Nabi SAW menyuruhnya untuk menceraikan istri-istri mereka hingga yang tersisa hanya empat orang saja.

Jadi, jumlah istri maksimal empat orang, tidak boleh lebih. Dan syarat yang harus dipenuhi dalam poligami ini ialah bersikap adil terhadap istri-istrinya. Kalau tidak dapat berlaku adil. cukuplah seorang istri saja,

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala, “… kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja.” (QS. An-Nisa’: 3).

Demikianlah aturan yang dibawa oleh Islam. Namun, Allah Azza wa Jalla mengkhususkan untuk Nabi SAW dengan sesuatu yang tidak diberikan kepada kaum mukmin lainnya, yaitu beliau diperbolehkan melanjutkan hubungan perkawinan dengan istri-istri yang telah beliau kawini dan tidak mewajibkan beliau menceraikan mereka, tidak boleh menukar mereka, tidak boleh menambah, dan tidak mengganti seorang pun dengan orang lain.

Sebagaimana Firman Allah SWT:

لاَّ يَحِلُّ لَكَ ٱلنِّسَآءُ مِن بَعْدُ وَلاَ أَن تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَاجٍ وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ إِلاَّ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ رَّقِيباً

"Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan isteri-isteri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan- perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu[Nabi tidak dibolehkan kawin sesudah mempunyai isteri-isteri sebanyak yang telah ada itu dan tidak pula dibolehkan mengganti isteri-isterinya yang telah ada itu dengan menikahi perempuan lain]" (QS. Al Ahzab: 52).

Rahasia semua itu ialah bahwa istri-istri Nabi SAW mempunyai kedudukan khusus dan istimewa yang oleh Alquran dikatakan sebagai “ibu-ibu kaum Mukmin” secara keseluruhan.

Allah berfirman, “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka…” (QS. Al-Ahzab: 6).

Sehingga bisa dibayangkan, apabila Allah menyuruh Nabi-Nya memilih empat orang untuk menjadi ibu-ibu kaum mukmin, dan menceraikan yang lainnya, yang berarti menghalangi mereka untuk mendapatkan kemuliaan, ini tentu merupakan sesuatu yang sangat sulit. Dan lagi isteri-isteri Nabi tersebut adalah “ibu-ibu kaum Mukmin” secara keseluruhan, sehingga HARAM dinikahi oleh siapapun juga apabila Allah menyuruh terjadi perceraian. Tentunya isteri² Nabi tersebut akan "menggantung" posisinya, dan menjadi pilihan yang sangat teramat sulit.

QS.33. Al Ahzab:53

يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لاَ تَدْخُلُواْ بُيُوتَ ٱلنَّبِىِّ إِلاَّ أَن يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَـٰظِرِينَ إِنَـٰهُ وَلَـكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَٱدْخُلُواْ فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَٱنْتَشِرُواْ وَلاَ مُسْتَئنِسِينَ لِحَدِيثٍ إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى ٱلنَّبِىِّ فَيَسْتَحْيِى مِنكُمْ وَٱللَّهُ لاَ يَسْتَحْىِ مِنَ ٱلْحَقِّ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَـٰعاً فَٱسْـَلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٍ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تؤْذُواْ رَسُولَ ٱللَّهِ وَلاَ أَن تَنكِحُوۤاْ أَزْوَاجَهُ مِن بَعْدِهِ أَبَداً إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيماً

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)[pada masa Rasulullah s.a.w pernah terjadi orang-orang yang menunggu-nunggu waktu makan Rasulullah s.a.w. lalu turun ayat ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah], tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah."

>> Siapakah di antara wanita-wanita utama itu yang harus dijauhkan dari rumah tangga kenabian dan dijauhkan dari kemuliaan yang telah mereka peroleh itu?

Karena itu, berlakulah kebijaksanaan dan hikmah Ilahi agar mereka tetap menjadi istri-istri beliau, sebagai kekhususan bagi Rasul yang mulia dan sebagai pengecualian dari kaidah umum.

Allah berfirman, “… bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid: 29).


Semua perkawinan yang dilakukan Nabi itu tidak mempunyai tujuan sebagaimana yang difitnahkan oleh para orientalis dan misionaris. Bukan syahwat dan bukan pula aspek biologis yang mendorong Nabi SAW dalam mengawini setiap mereka.

Kalau yang mendorong beliau melakukan perkawinan itu seperti yang dikatakan dan didesas-desuskan oleh para pembohong dan dajjal-dajjal itu, niscaya kita tidak akan melihat beliau yang masih muda belia, yang penuh vitalitas, dan dalam usia yang potensial ini membuka lembaran hidupnya dengan mengawini wanita yang lima belas tahun lebih tua daripada usianya sendiri.

Ternyata, beliau SAW mengawini Khadijah ketika berusia dua puluh lima tahun sementara Khadijah sudah berusia empat puluh tahun dan sebelumnya telah dua kali menikah dan punya beberapa orang anak.

Kalau Nabi menikah karena dorongan syahwat dan biologis, tak mungkin beliau menghabiskan usia mudanya yang merupakan usia paling menyenangkan dalam kehidupan bersuami istri beliau gunakan untuk hidup bersama dengan wanita tua.

Tahun kematian Khadijah saja disebut dengan “Amul Huzni” (Tahun Duka Cita). Beliau selalu memuji Khadijah dengan penuh kecintaan dan penghormatan sampai meninggal dunia, sehingga Aisyah RA merasa cemburu kepadanya (Khadijah) yang sudah berada di dalam kubur itu.

Setelah beliau berusia lima puluh tiga tahun, yakni setelah Khadijah wafat dan setelah hijrah, baru beliau mengawini istri-istri beliau yang lain, yaitu mengawini Saudah binti Zam’ah, seorang wanita tua, untuk memelihara rumah tangga beliau.

Kemudian beliau hendak mempererat hubungan antara beliau dengan teman dan sahabatnya, Abu Bakar, “… salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua…” (QS. At-Taubah: 40).

Beliau mengawini anak perempuan sahabatnya itu, yakni Aisyah yang masih kecil dan belum mengerti syahwat, tetapi beliau hendak menyenangkan hati Abu Bakar, sahabat beliau yang terdekat.

Kemudian karena melihat Abu Bakar dan Umar sebagai wazir Rasulullah dan beliau ingin agar kedudukan keduanya sama di sisi beliau, maka dikawinilah Hafshah binti Umar, sebagaimana sebelumnya beliau telah mengawinkan Ali bin Abi Thalib dengan putri beliau Fatimah, dan mengawinkan Utsman bin Affan dengan putri beliau Ruqayah dan Ummu Kultsum.

Hafshah binti Umar ini adalah seorang janda, dan parasnya tidak cantik. Demikian juga Ummu Salamah yang beliau kawini ketika telah menjadi janda. Ketika suaminya, Abu Salamah, masih hidup, Ummu Salamah beranggapan tidak ada lelaki yang lebih utama daripada suaminya.

Ketika Ummu Salamah hijrah bersama suaminya, mereka mendapat gangguan karena mempertahankan Islam. Suaminya pernah mengajarkan apa yang didengarnya dari Rasulullah SAW untuk mengucapkan doa ketika tertimpa musibah.

Ketika ia mengucapkan doa itu setelah suaminya meninggal, ia bertanya-tanya dalam hati, “Siapakah yang lebih baik daripada Abu Salamah?” Tetapi Allah Azza wa Jalla memberinya ganti yang lebih baik daripada Abu Salamah, yaitu Muhammad Rasulullah SAW. Nabi meminangnya untuk menghilangkan musibah (kesedihannya) dan menambal keretakan hatinya, serta menggantikan suaminya setelah ia berhijrah, meninggalkan keluarganya, dan kembali lagi kepada mereka yang semuanya dilakukan demi Islam.

Demikian pula, Rasulullah SAW mengawini Juariyah binti Al-Harits ialah untuk mengislamkan kaumnya dan menjadikan mereka bangga terhadap agama Allah. Diceritakan bahwa para sahabat setelah menawan beberapa orang pada waktu peperangan Bani Mushthaliq dan Juariyah termasuk salah seorang dari tawanan-tawanan itu.

Tatkala mereka mengetahui bahwa Nabi SAW telah mengawini Juariyah, mereka lalu memerdekakan tawanan-tawanan dan budak-budak mereka. Hal itu disebabkan karena mereka (kaum Bani Mushthaliq) telah bersemenda (menjalin hubungan keluarga) dengan Nabi SAW.

Jadi, perkawinan Nabi SAW dengan masing-masing istri beliau itu mempunyai hikmah sendiri-sendiri. Begitu pula perkawinan beliau dengan Ummu Habibah binti Abu Sufyan. Ummu Habibah ini pernah hijrah ke Habsyi bersama suaminya. Tetapi malang, setelah sampai di negeri tersebut suaminya murtad.

Friday, 21 March 2014

Aisyah 3 Tahun merawat Ayah, Tinggal diatas Beca

Siti Aisyah Pulungan kini menjadi buah bibir. Masa kecil bocah 8 tahun asal Medan ini, tak seindah anak-anak lain. Tiga tahun dihabiskan Aisyah tinggal di atas becak di depan Masjid Raya Al-Mahsun, Jalan Sisingamangaraja, Medan. Ia hidup bersama ayahnya, Muhammad Nawawi Pulungan, yang hanya bisa terbaring lemas diatas becak akibat penyakit paru-paru. Setiap hari, Aisyah harus menyelinap ke toilet masjid agar bisa mendapat air dan membilas handuk untuk membersihkan badan ayahnya. Dengan tulus, Aisyah merawat sang ayah sambil tak lupa memeriksa persediaan obat.

Kenyataan pahit ini Aisyah lakoni tanpa keluhan, demi cintanya yang begitu besar pada sang ayah. Sang ibu meninggalkan setelah Nawawi dipecat dari pekerjaanya sebagai sopir mobil box 5 tahun lalu. Setelah tiga tahun hidup prihatin, perhatian mulai  mengalir dan bantuan datang dari berbagai pihak sehingga Nawawi Pulungan kini dirawat di Rumah Sakit Pringadi Medan.

Perhatian untuk masa depan Aisyah juga mengalir sehingga kini ia bersekolah kembali. Sudah sepatutnya bocah berhati mulia seperti Aisyah mendapat perhatian agar kelak hidupnya bahagia.

Sunday, 12 January 2014

Mengapa "Rumput Tetangga" Terasa Lebih Segar ?


Perasaan bahwa kehidupan orang lebih baik daripada kehidupan kita sering dialami manusia, perasaan itu disebut dalam istilah sehari-hari sebagai "rumput tetangga" yang lebih "hijau", "segar", "muda" dan "cerah". Rumput tetangga yang lebih baik dapat disebabkan karena kita tertarik akan sesuatu yang kita anggap tidak ada dalam "rumput perkarangan" kita.


Perasaan bahwa "rumput" atau kehidupan atau sesuatu yang kita miliki atau yang kita pikirkan lebih jelek daripada milik orang lain sering kita jumpai pada kehidupan manusia. 

Sebenarnya, dalam ilmu filsafat dan psikologi setiap manusia punya kehidupan dan jalan hidup masing-masing. Jalan hidup yang dimiliki manusia itu berbeda tiap orang dan dikatakan sebagai UNIK oleh kalangan Psikolog. Psikolog selalu memeriksa seseorang sebelum memberikan advis atau nasehat kejiwaan kepada pasiennya, demikianlah, walaupun permasalahan yang dihadapi manusia boleh dikatakan sama setiap orang, namun tindak tanduk dan latar belakang tiap orang yang berbeda akan menghasilkan jalan hidup orang yang berbeda-beda pula.

Jalan hidup yang UNIK tersebut, yang dijalani berbeda tiap manusia, tidak dapat menghasilkan penilaian yang sama kepada setiap orang. Karena itu, penilaian relatif kita terhadap "rumput" tetangga tidak menghasilkan kesimpulan bahwa ABSOLUT rumput tetangga itu lebih baik. Kita tidak pernah tahu penilaian orang terhadap kita, mungkin saja rumput tetangga yang kita nilai itu adalah rumput yang hanya segar hari itu saja, atau sebaliknya bahkan kita tidak tahu perjuangan dibalik segarnya rumput itu.

Oleh karena itu, rumput yang segar itu haruslah hanya memberikan kesan positif kepada kita, bahwa rumput kita adalah UNIK, bahwa rumput kita mempunyai cita rasanya sendiri, bahwa ada kebanggan tersendiri pada kehidupan kita, bukan karena hidup kita lebih baik dari orang lain, namun karena hidup kita -kitalah- yang mengaturnya sendiri dan kita yang merancangnya. Demikianlah, dengan mempunyai kecintaan terhadap kehidupan dan kesyukuran terhadap apa yang kita miliki, kita dapat melihat rumput tetangga dengan lebih tentram, dan kitapun berkata "ah, rumputku lebih punya banyak cerita".......

Wednesday, 1 January 2014

Hal hal Yang tidak Boleh dilakukan Saat Usia 20 Tahunan

Usia 20 Tahunan adalah usia transisi paling penting dalam hidup kita. Perpindahan gejolak dari era sekolahan ke era karir, menuntut  kita untuk cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Keputusan yang kita ambil saat ini – diusia 20 tahunan – tidak hanya berpengaruh untuk jangka panjang saja, tapi juga untuk masa depan kita jauh kedepan.

Apakah anda ingin membuat usia 20 tahunan anda menjadi usia monumental untuk membuat sebuah perubahan dalam hidup anda? Ataukah anda ingin bersenang senang dan membiarkannya berlalu begitu saja? Apapun pilihannya, semua tergantung anda.

Tapi satu yang pasti, usia 20 tahunan adalah usia yang sangat krusial, setiap rencana yang anda tulis, setiap keputusan yang anda buat dan setiap langkah yang anda pilih, akan berpengaruh jauh ke masa depan anda.

Berikut ini hal-hal yang seharusnya tidak anda lakukan ketika berusia 20 Tahunan:

1.    Bekerja Hanya untuk Uang, Bukan Membangun Impian


Jangan pernah mencari kenyamanan anda ketika masih muda. Masa muda harusnya anda gunakan untuk mencari tantangan sebanyak mungkin, membangun road map menuju cita cita yang anda impikan.

Terkadang pekerjaan dengan tawaran gaji yang cukup besar menghampiri, tapi permasalahannya adalah apakah anda benar benar menikmati pekerjaan yang akan anda geluti itu?

Sebagai contoh jika anda seorang sarjana seni, apakah anda akan menerima pekerjaan sebagai seorang akuntan dengan gaji yang besar? Padahal jelas-jelas bahwa dunia akuntansi bukanlah dunia anda.

Ok, mungkin di hari ini pekerjaan sebagai seorang seniman masih tidak menghasilkan apa-apa, dan pekerjaan sebagai akuntan dapat langsung mendatangkan pendapatan bulanan, tapi apakah anda yang seorang seniman mampu membohongi diri selamanya dengan bekerja sebagai seorang akuntan?

Jika John Lennon memutuskan untuk bekerja di pabrik daripada terus-menerus bermain musik tanpa di bayar di awal karirnya, akankah The Beatles ada saat ini?

Kembali lagi, semua ini masalah proses. Nikmatilah prosesnya.

2.    Tergesa-Gesa Dalam Jatuh Cinta



Mungkin bagi anda yang baru saja lulus dari dunia kampus, pasti mulai berinisiatif bahwa inilah saatnya mencari tambatan hati yang tepat untuk menjalin rumah tangga bersama. Toh orang tua anda pun juga mendukung langkah anda ini. Apalagi jika undangan sweet seven teen telah lama berganti menjadi undangan pernikahan dari beberapa kolega dekat kita.

Permasalahannya apakah anda akan langsung mengumbar cinta anda begitu bebas dari dunia perkuliahan dan mulai meniti jenjang karir?

Alih-alih fokus mengejar tambatan hati yang tepat, lebih baik kita fokus untuk memperbaiki kualitas diri.

Percayalah, lelaki yang baik akan selalu diperuntukkan untuk wanita yang baik pula.

3.    Tetap Kekanak-Kanakan


Diusia peralihan awal 20 tahunan, sering kali kita masih terlihat “kekanakan” dihadapan rekan kerja kita yang lebih tua. Kita masih sering becanda tidak pada tepatnya hingga masih mengedepankan ego daripada professionalitas.

Being child like is good, seperti halnya anak kecil yang selalu ingin belajar banyak hal dan kreatif. But being childish? NO! Bukan sebuah kebanggan lagi di usia anda jika apa-apa masih minta sama orang tua.

Real man use three pedals??? NO!

Real man pakai mobil yang dia beli dengan keringatnya sendiri.

4.    Family  Comes Second



Kita tahu bahwa di usia 20 tahunan adalah usia dimana kita sedang semangat-semangatnya mengejar karir kita. Tapi ingat, jangan pernah lupakan bahwa dibalik kesuksesan anda selalu ada keluarga yang mendukung. Jangan pernah menomor duakan mereka. Anggaplah kehidupan keluarga anda saat inilah adalah sebagai ajang latihan sebelum anda membangun rumah tangga anda dikemudian hari.

Satu lagi yang ingin saya share di poin ini. Anda tahu apa beda The Boy dengan The Man ?

“The Boy comes home cause he need his mommy for giving him some money. The Man comes home cause he knew that he cares of his mommy.”

5.    Tetap di Pekerjaan yang Tidak Mengajarkanmu Apa-apa


Pernah membaca cerita tentang persahabatan antara Ayam dan Elang ? Pekerjaan yang terasa nyaman dan tanpa tuntutan tidak akan membuat anda belajar apa-apa. Menjebak anda dalam sebuah kenyamanan semu yang sepertinya enak, padahal lambat laun kreativitas anda akan tergerus karena tidak terbiasa dengan berbagai macam tantangan yang baru. Hal ini mungkin akan membuat senang anda di hari ini, tapi di kemudian hari ketika kreativitas anda sudah tidak terlatih lagi?

Tidak ada salahnya pergi mencari pekerjaan baru yang akan mengajarkan anda banyak hal. Sebelum keadaan membuat anda terlalu nyaman tanpa belajar apa-apa.
persahabatan antara Ayam dan Elang
Eagle Flies, Chicken Stays



Diceritakan dahulu kala terdapat seekor elang dan seekor ayam yang bersahabat bersama. Meskipun sang elang dapat menerkam ayam, tapi hal itu tidak dilakukannya, dan mereka pun memilih bersahabat bersama.

Setiap kali sang elang terbang, si ayam selalu lari pontang-panting. Terkadang si ayam baru terbang sedikit, tapi sudah ngos-ngosan dan elang pun merasa kasihan.

Suatu ketika si ayam meminta sang elang untuk mengajaknya terbang tinggi sampai ke ujung langit dan sang elang pun menyetujuinya. Tapi sayangnya, belum sampai diujung langit si ayam sudah mulai takut akan ketinggian, perutnya mual dan ia mendesak sang elang untuk menurunkannya.

Begitu turun, sampailah mereka di sebuah peternakan dan bertemu dengan paman sapi. Paman sapi ini sangat baik sekali dan rela berbagi makanan dengan si ayam. Si ayam pun heran, kok ada yah tempat yang begitu enaknya seperti ini? Tidak perlu berburu untuk mencari makan, semuanya sudah tersedia dengan melimpah di sini.

Begitu sang elang mengajak ayam untuk terbang lagi, si ayam pun menolak. Pikirnya buat apa bersusah payah melawan ketinggian demi mencari makan, toh di peternakan ini semuanya sudah tersedia dengan melimpah. Sejak saat itu persahabatan mereka pun berakhir, sang elang memutuskan untuk terbang lebih tinggi lagi dan si ayam pun memutuskan untuk tinggal dengan jaminan makanan yang ada di peternakan itu.

Suatu ketika, si ayam mendengar bahwa ibu petani ingin makan ayam hari itu. Mendengarnya, si ayam pun lari pontang-panting, namun apa daya badannya yang kegemukan karena banyak makan tak mampu membawanya pergi jauh. Akhirnya si ayam pun tertangkap dan berakhir di meja makan.

Manakah jiwa yang anda pelihara?

Dari cerita di atas, kita dapat mengambil pelajan, “hewan” seperti apakah yang sedang anda pelihara di dalam jiwa anda? Apakah anda sedang memelihara elang? atau memelihara ayam?

Elang adalah hewan yang sangat susah dikandangkan, ia memilih berburu sendiri dan terbang semakin tinggi ketika badai datang. Elang adalah simbol pejuang, entrepreneur dan para professional yang berkelana dengan helicopter view untuk selalu mencari tantangan baru yang dapat membuatnya terbang lebih tinggi. Ia mampu menerkam peluang secepat kilat, larinya cepat, DNA-nya terbentuk dari mengamati, belajar dan berbuat. Elang adalah risk taker, penjelajah yang berani meski berangkat sendirian.

Sedangkan ayam adalah makhluk kandangan. Ia lebih senang berada pada zona nyaman yang membuat mereka “aman” dengan segala fasilitas yang diberi, yang membuat mereka tetap bisa bermalas-malasan tanpa evaluasi dari pihak lain. Sekelompok ayam ini bisa kita lihat dari kebanyakan mereka yang bekerja di sektor pelayanan pemerintah. Walaupun diberi makanan yang berkecukupan, ayamnya kurus, kerjanya malas, matanya redup dan terkadang tiduran.

Saya tidak berkata bahwa semua yang bekerja di sektor pelayanan pemerintah itu bermental ayam, tapi sejauh yang saya temui sampai saat ini, kebanyakan penghuninya bermental ayam seperti yang saya jelaskan di atas.

Untuk itu, janganlah mudah kita dimanjakan keadaan yang lama-lama membuat kita bermental ayam. Terbanglah setinggi mungkin, tangkap peluang secepat kilat dan beranilah mengambil resiko untuk berburu sendirian. Semoga kita semua mampu memelihara elang di dalam jiwa kita.


6.    Ikut-ikutan Trend


Anda boleh meyadari tren apa saja yang berkembang hari ini, tapi jangan pernah terlalu fokus untuk mengikuti suatu tren tersendiri. Jika anda anda menghabiskan sebagian besar waktu anda hanya untuk mengikuti tren tertentu saja, kapan anda akan fokus untuk menciptakan tren anda sendiri?

Ingat! Mereka yang sukseslah yang menciptakan tren itu, bukan para pengikutnya.



7.    Selesai Belajar


Kita tahu, kita sudah muak dengan program 12 tahun wajib belajar + 4 tahun kuliah (itupun kalau tidak ngaret). Sudah saatnya kita menutup buku pelajaran dan fokus bekerja untuk mencari uang. Tapi apakah itu benar?

Mereka yang sukses tidak pernah berhenti belajar dan belajar tidak harus di bangku kelas. Dunia ini penuh permasalahan yang sangat menarik untuk dipelajari jika kita mampu memahaminya.

Ingat, wajib belajar bukan hanya 12 tahun + 4 tahun kuliah. Wajib belajar adalah seumur hidup!

Manfaatkan sebaik mungkin usia 20 Tahunan anda, karena apapun keputusan yang anda ambil hari ini, akan berdampak jauh ke masa depan anda.

“Age is just number, Young is forever and Mature is character”

mumpung kita masih muda, mari kita lakukan yang terbaik buat masa depan kita
:2thumbup


terimakasih agan yang sudah mampir, semoga thread ini bisa menjadikan intropeksi bagi diri kita semua

Monday, 9 December 2013

Kasih Sayang Ayah terhadap Anaknya

"SELAMAT TINGGAL AYAH (Korban Xenia)" Bagi yang melihat Foto ini, sempatkanlah untuk menulis ‘‘AAMIIIN’’ di kolom komentar.

Ayah
terimakasih telah mengajakku ke Monas
aku belum pernah lihat Monas
senang sekali hatiku diajak ayah melihat Monas

Pagi itu aku digendong ibu
kita jalan bersama ayah, nenek dan bibi
pagi yang indah
cuaca pun cerah
kita berjalan bersama menuju Monas

Kita semua bahagia
jarang sekali kita bisa jalan-jalan seperti ini
ayah sibuk mencari nafkah
aku sudah lama rindu ayah

Ayah
tiba-tiba kita lihat mobil hitam itu
melayang dari depan
menggelinding menimpa kakak-kakak itu
lalu menimpa kita semua
aku pun terpental
terlepas dari pelukan ibu

Ayah
maafkan aku mendahuluimu
aku masih sangat ingin bersamamu
ingin bermain denganmu
ingin berlama-lama dalam pelukanmu
tapi Allah lebih menyayangiku
Allah menginginkanku pulang...

Ayah
terimakasih sudah berusaha keras menyelamatkanku
terimakasih sudah mencoba memberiku minum
terimakasih sudah memelukku dan menciumku
aku sayang ayah sampai kapanpun

Ayah
kita akan berjumpa kembali di alam yang jauh lebih baik daripada alam dunia. InsyaAllah.

Mari sama2 kita do'akan, Semoga Adik kita ini ditempatkan Allah di tempat yang Mulia, dan untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan. Aamiiin.

Jangan lupa Tuliskan kata “Aamiiin” di Komentar, Semoga Allah mengabulkan Do'a kita.

Monday, 2 December 2013

Menyikapi Kegagalan






Kegagalan atau kegiatan yang tidak berhasil adalah hal yang lazim dialami tiap manusia. Dalam hidup manusia pasti setidaknya pernah mengalami kegagalan, baik itu kegagalan dalam percintaan, kegagalan dalam pendidikan, kegagalan dalam berumah tangga, kegagalan dalam karir, kegagalan menjalankan usaha dan lain-lain.
Alkisah, James Watt dalam percobaannya menemukan lampu pijar mengalami seribu kali kegagalan dalam menemukan lampu pijar. Kegagalan demi kegagalan haruslah dijadikan pelajaran agar tidak menemui kegagalan lain. Pelajaran yang diambil itu dikenal dalam istilah ilmiah sebagai ANALISA atau hypothesa yang dikenal sebagai IKHTIAR dalam agama islam.
IKHTIAR adalah proses menemukan jalan keluar dari suatu masalah. Dalam manusia berikhtiar setiap kejadian dianalisa dan dipelajari hubungannya antara suatu kejadian dengan kejadian lain. Dalam analisa, suatu kejadian dipelajari tingkat keterkaitannya apakah sangat penting, berpengaruh atau tidak berpengaruh sama sekali terhadap kejadian lain.
Manusia harus mengambil sikap dalam berikhtiar, sikap yang diambil itulah bentuk tanggung jawab manusia terhadap kehidupannya, sikap yang diambil itu adalah juga bentuk pertanggungjawaban manusia terhadap zat yang menciptakannya. Jika manusia telah mengambil sikap, dapat dikatakan manusia itu telah tahu baik dan buruk langkah yang diambilnya.
Alkisah kisah khalifah islam termasyhur Harun Al Rasyid kepemimpinannya dikatakan berhasil karena setiap tindak tanduk beliau telah mempertimbangkan semua hal terkait secara matang, beliau melibatkan penyair, sejarawan, ilmuwan, tentara, pedagang dan semua elemen masyarakat ikut berunding sebelum memutuskan suatu hal yang penting bagi negara. Suatu sistem penerbangan angkasa luar NASA dikatakan memiliki jutaan sistem kontrol yng terkait dan telah diuji berkali-kali sebelum peluncuran misi angkasa diluncurkan, demikianlah ikhtiar ummat manusia jika ingin dirinya tidak mengalami kegagalan atau kemunduran. Semoga kita selalu bertindak dan berpikir yang terbaik demi tanggungjawab kita terhadap diri kita sendiri, terhadap orang lain dan terhadap tuhan yang menciptakan kita.

Anda Tahu Fungsi Plastik Air Menggantung di Warung Makan?

Di warung-warung makan, seperti warteg misalnya, sering terlihat kantong plastik berisi air digantung di atas etalase. Awalnya banyak teman yang menyebar mitos, plastik air itu sebagai jimat atau penglaris supaya usaha makin laku. Namun begitu ditanyakan langsung pada pemilik warung, mereka tertawa dan bilang sebenarnya fungsi plastik air itu untuk mengusir lalat. Loh, bagaimana cara mengusirnya?

Lalat memiliki konstruksi mata yang unik, yakni mata majemuk yang menempati sebagian besar kepalanya dan juga tiga mata di antara dua mata majemuk. Karena mata majemuknya ini, lalat juga memiliki kesadaran sensorik yang sangat baik dan kemampuan manuver udara yang cekatan. Inilah penyebab mengapa lalat sangat sulit dipukul. Mata lalat terdiri dari sepasang mata besar kompleks. Setiap mata kompleks tersebut terdiri dari 3000 sampai 6000 mata sederhana. Lalat tidak dapat memusatkan perhatian pada sebuah objek tertentu di lingkungan sekitarnya, tapi lalat justru memiliki pandangan hampir menuju ke segala arah.

Selain itu, lalat juga memiliki tiga mata tambahan sederhana yang disebut ocelli. Ocelli ini terletak diantara dua mata majemuk. Fungsi kerjanya mirip kompas, dengan mata ini lalat dapat mengetahui arah terbangnya. Ocelli dapat bekerja maksimal di daerah yang diterangi sinar matahari. Ketika kantung plastik berisi air digantung, air akan membiaskan cahaya. Cahaya yang datang akan dibelokkan saat cahaya tersebut melewati air. Dengan demikian bayangan yang muncul juga akan bergeser dari letak objek sebenarnya.

Pembiasan ini yang mendasari penggunaan kantong plastik air. Pembiasan terjadi ketika objek yang jelas atau buram, seperti sepotong kaca atau kantong air mengubah arah dan kecepatan cahaya. Ilusi optik ini yang diharapkan dapat membuat bingung lalat sehingga terbang menjauh. Mengusir lalat dengan cara ini memang cukup efektif karena tidak membutuhkan banyak biaya dan tenaga, juga tidak perlu membunuh lalat.