hello

Situasi dan Kontak Terbaru Kampus di Seluruh Dunia

Kabar Tercepat dan Sisi Terbaik Setiap Berita

Acara dan Ulasan

PERATURAN TERBARU PENDIDIKAN INDONESIA

Friday, 20 February 2026

BEASISWA TALENTA INDONESIA, DAFTAR DISINI, PENUTUPAN MEI 2026

Beasiswa Talenta Indonesia menawarkan pendanaan penuh (fully funded) yang mencakup Dana Pendidikan (pendaftaran, SPP/tuition fee, tunjangan buku, bantuan skripsi) dan Dana Pendukung (transportasi, biaya hidup bulanan, asuransi kesehatan, dan biaya visa, khusus untuk skema Luar Negeri).

Program ini terdiri atas dua skema utama, yaitu Beasiswa S1/D4 Luar Negeri untuk peraih prestasi tingkat internasional dan Beasiswa S1/D4 Dalam Negeri: untuk peraih prestasi tingkat nasional.

Gambar: Beasiswa Talenta Indonesia


Beasiswa Talenta Indonesia menawarkan pendanaan penuh (fully funded) yang mencakup Dana Pendidikan (pendaftaran, SPP/tuition fee, tunjangan buku, bantuan skripsi) dan Dana Pendukung (transportasi, biaya hidup bulanan, asuransi kesehatan, dan biaya visa, khusus untuk skema Luar Negeri).


Informasi lebih lanjut, panduan pendaftaran, dan daftar perguruan tinggi tujuan dapat diakses melalui laman resmi Puspresnas di: https://pusatprestasinasional.kemendikdasmen.go.id/ dan laman pendaftaran LPDP di: http://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id.


Monday, 16 February 2026

PERTOR UNRI Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Pelaksanaan OTK UNRI

PERTOR UNRI Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Pelaksanaan OTK UNRI. 
Gambar: Rektorat Universitas Riau 

Klik disini untuk download : Pertor UNRI nomor 1 tahun 2026

KISAH PERANTAU MINANGKABAU MEMBANGUN KOTA JAKARTA

Jejak Sejarah yang Mengejutkan: Orang Minang Sudah Merantau ke Jakarta Sejak Abad ke-16
Gambar: Sejarah Datuk Kasim di Jakarta.

Budaya merantau etnis Minangkabau atau Urang Awak ternyata memiliki akar sejarah yang jauh lebih tua dari yang dibayangkan banyak orang. Bukan sekadar fenomena modern, jejak perantau Minang di Jakarta (dulu Betawi) sudah terekam sejak tahun 1521, atau awal abad ke-16.

Kedatangan Kasim: Sang Syahbandar dari Pagaruyung
Menurut mendiang budayawan Betawi, Ridwan Saidi, sosok Minang pertama yang tercatat menginjakkan kaki di Betawi adalah seorang pria bernama Kasim. Ia bukan orang sembarangan, melainkan Syahbandar Pelabuhan Malaka yang menjadi utusan dalam perjanjian antara Portugis dan Kerajaan Sunda.

Kasim dikenal sebagai sosok jagoan, sehingga penduduk setempat memberinya julukan "Wa Item". Karena jasa dan kedudukannya, Kasim beserta pengikutnya diberikan tempat tinggal di Betawi, yang menjadi titik awal terbentuknya komunitas Minang di tanah Jawara.

Asal-usul "Onde-onde" dan "Ondel-ondel"
Salah satu fakta unik yang diungkapkan Ridwan Saidi adalah pengaruh bahasa Minang terhadap ikon budaya Betawi. Para pengikut Kasim sering mengucapkan kata "Onde!" untuk mengekspresikan kekaguman.

Onde-onde: Kue tepung beras berisi gula jawa ini dinamakan demikian karena terinspirasi dari kata "Onde" yang berarti mengagumkan.

Ondel-ondel: Patung raksasa ikon Jakarta ini pun disebut-sebut mendapat pengaruh dari dialek Minang tersebut. Kata "Onde" yang ditambah akhiran "L" dalam dialek Betawi bermakna "sesuatu yang mengagumkan".

Kontribusi Literasi: Dari M. Yamin hingga Si Doel
Memasuki abad ke-19 dan ke-20, perantau Minang di Batavia mulai mendominasi sektor pendidikan dan sastra. Tokoh-tokoh besar seperti Mohammad Yamin merupakan lulusan sekolah tinggi di Batavia.

Salah satu kontribusi sastra yang paling melegenda adalah novel "Si Doel Anak Jakarta". Menariknya, karya yang dianggap sebagai representasi terbaik kehidupan Betawi ini justru lahir dari tangan seorang guru asal Minangkabau bernama Aman Datuk Madjoindo.

Gelombang Pedagang dan Harmoni Tanpa Gesekan
Pasca-peristiwa PRRI, gelombang perantauan Minang ke Jakarta semakin masif, terutama di sektor perdagangan kaki lima. Pada tahun 1964-1965, mulai muncul restoran Padang pertama yang kemudian menjamur ke seantero kota.

Ridwan Saidi mencatat bahwa selama berabad-abad berdampingan, tidak pernah terjadi gesekan sosial antara perantau Minang dan orang Betawi. Harmoni ini terus terjaga hingga kini, di mana ratusan ribu Urang Awak telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi peradaban Jakarta.

Sumber: KataSumbar - Ternyata Orang Minang Sudah Merantau ke Jakarta Sejak Abad 16 (Berdasarkan penuturan Ridwan Saidi).

Sunday, 15 February 2026

SEJARAH MANDAILING SEBAGAI WILAYAH PAGARRUYUNG TIMUR (SEBUAH KISAH PERANTAUAN)

Mandailing, yang saat ini sebagian besar berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Kerajaan Pagaruyung di Sumatera Barat. Dalam konteks sejarah perluasan pengaruh, wilayah Mandailing—terutama bagian selatan—pernah menjadi wilayah pengaruh atau perluasan timur dari Kerajaan Pagaruyung. 
Gambar: Masjid Agung Sipirok

Berikut adalah poin-poin penting mengenai Mandailing sebagai wilayah Pagaruyung Timur:
Penyebaran Pengaruh dan Legenda
Kisah hubungan ini sering dikaitkan dengan legenda anak-anak Yang Dipertuan Pagaruyung (Raja Pagaruyung) yang mendirikan kerajaan-kerajaan baru di luar Minangkabau. Salah satu tokoh yang sering disebut dalam legenda, Batara Sinomba, dianggap mendirikan kerajaan di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Mandailing, menandai masuknya pengaruh kekuasaan Pagaruyung.

Geografis sebagai Wilayah Timur
Mandailing, yang terletak di bagian selatan Sumatera Utara (perbatasan dengan Sumatera Barat), secara geografis berada di sebelah timur/utara kerajaan Minangkabau. Posisi ini menempatkannya sebagai wilayah rantau atau perluasan pengaruh, khususnya sebelum masa Perang Padri yang mengubah konstelasi politik di Sumatera Tengah.
Pengaruh Adat dan Budaya
Meskipun Mandailing adalah bagian dari suku Batak, pengaruh Pagaruyung meninggalkan jejak dalam beberapa hal. Hal ini terlihat dari adanya pembauran budaya antara Batak dan Minangkabau. Interaksi ini mencakup sistem kekerabatan dan ketatnya tradisi adat yang dijunjung tinggi, yang di beberapa wilayah memiliki kemiripan dengan sistem pemerintahan adat di Sumatra Barat.