hello

Situasi dan Kontak Terbaru Kampus di Seluruh Dunia

Kabar Tercepat dan Sisi Terbaik Setiap Berita

Acara dan Ulasan

PERATURAN TERBARU PENDIDIKAN INDONESIA

Monday, 16 February 2026

KISAH PERANTAU MINANGKABAU MEMBANGUN KOTA JAKARTA

Jejak Sejarah yang Mengejutkan: Orang Minang Sudah Merantau ke Jakarta Sejak Abad ke-16
Gambar: Sejarah Datuk Kasim di Jakarta.

Budaya merantau etnis Minangkabau atau Urang Awak ternyata memiliki akar sejarah yang jauh lebih tua dari yang dibayangkan banyak orang. Bukan sekadar fenomena modern, jejak perantau Minang di Jakarta (dulu Betawi) sudah terekam sejak tahun 1521, atau awal abad ke-16.

Kedatangan Kasim: Sang Syahbandar dari Pagaruyung
Menurut mendiang budayawan Betawi, Ridwan Saidi, sosok Minang pertama yang tercatat menginjakkan kaki di Betawi adalah seorang pria bernama Kasim. Ia bukan orang sembarangan, melainkan Syahbandar Pelabuhan Malaka yang menjadi utusan dalam perjanjian antara Portugis dan Kerajaan Sunda.

Kasim dikenal sebagai sosok jagoan, sehingga penduduk setempat memberinya julukan "Wa Item". Karena jasa dan kedudukannya, Kasim beserta pengikutnya diberikan tempat tinggal di Betawi, yang menjadi titik awal terbentuknya komunitas Minang di tanah Jawara.

Asal-usul "Onde-onde" dan "Ondel-ondel"
Salah satu fakta unik yang diungkapkan Ridwan Saidi adalah pengaruh bahasa Minang terhadap ikon budaya Betawi. Para pengikut Kasim sering mengucapkan kata "Onde!" untuk mengekspresikan kekaguman.

Onde-onde: Kue tepung beras berisi gula jawa ini dinamakan demikian karena terinspirasi dari kata "Onde" yang berarti mengagumkan.

Ondel-ondel: Patung raksasa ikon Jakarta ini pun disebut-sebut mendapat pengaruh dari dialek Minang tersebut. Kata "Onde" yang ditambah akhiran "L" dalam dialek Betawi bermakna "sesuatu yang mengagumkan".

Kontribusi Literasi: Dari M. Yamin hingga Si Doel
Memasuki abad ke-19 dan ke-20, perantau Minang di Batavia mulai mendominasi sektor pendidikan dan sastra. Tokoh-tokoh besar seperti Mohammad Yamin merupakan lulusan sekolah tinggi di Batavia.

Salah satu kontribusi sastra yang paling melegenda adalah novel "Si Doel Anak Jakarta". Menariknya, karya yang dianggap sebagai representasi terbaik kehidupan Betawi ini justru lahir dari tangan seorang guru asal Minangkabau bernama Aman Datuk Madjoindo.

Gelombang Pedagang dan Harmoni Tanpa Gesekan
Pasca-peristiwa PRRI, gelombang perantauan Minang ke Jakarta semakin masif, terutama di sektor perdagangan kaki lima. Pada tahun 1964-1965, mulai muncul restoran Padang pertama yang kemudian menjamur ke seantero kota.

Ridwan Saidi mencatat bahwa selama berabad-abad berdampingan, tidak pernah terjadi gesekan sosial antara perantau Minang dan orang Betawi. Harmoni ini terus terjaga hingga kini, di mana ratusan ribu Urang Awak telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi peradaban Jakarta.

Sumber: KataSumbar - Ternyata Orang Minang Sudah Merantau ke Jakarta Sejak Abad 16 (Berdasarkan penuturan Ridwan Saidi).

Sunday, 15 February 2026

SEJARAH MANDAILING SEBAGAI WILAYAH PAGARRUYUNG TIMUR (SEBUAH KISAH PERANTAUAN)

Mandailing, yang saat ini sebagian besar berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Kerajaan Pagaruyung di Sumatera Barat. Dalam konteks sejarah perluasan pengaruh, wilayah Mandailing—terutama bagian selatan—pernah menjadi wilayah pengaruh atau perluasan timur dari Kerajaan Pagaruyung. 
Gambar: Masjid Agung Sipirok

Berikut adalah poin-poin penting mengenai Mandailing sebagai wilayah Pagaruyung Timur:
Penyebaran Pengaruh dan Legenda
Kisah hubungan ini sering dikaitkan dengan legenda anak-anak Yang Dipertuan Pagaruyung (Raja Pagaruyung) yang mendirikan kerajaan-kerajaan baru di luar Minangkabau. Salah satu tokoh yang sering disebut dalam legenda, Batara Sinomba, dianggap mendirikan kerajaan di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Mandailing, menandai masuknya pengaruh kekuasaan Pagaruyung.

Geografis sebagai Wilayah Timur
Mandailing, yang terletak di bagian selatan Sumatera Utara (perbatasan dengan Sumatera Barat), secara geografis berada di sebelah timur/utara kerajaan Minangkabau. Posisi ini menempatkannya sebagai wilayah rantau atau perluasan pengaruh, khususnya sebelum masa Perang Padri yang mengubah konstelasi politik di Sumatera Tengah.
Pengaruh Adat dan Budaya
Meskipun Mandailing adalah bagian dari suku Batak, pengaruh Pagaruyung meninggalkan jejak dalam beberapa hal. Hal ini terlihat dari adanya pembauran budaya antara Batak dan Minangkabau. Interaksi ini mencakup sistem kekerabatan dan ketatnya tradisi adat yang dijunjung tinggi, yang di beberapa wilayah memiliki kemiripan dengan sistem pemerintahan adat di Sumatra Barat.

Wednesday, 11 February 2026

(Viral) Trenggono gerah dengan Purbaya terkait dana pembelian kapal.

Trenggono pun gerah dengan Purbaya terkait dana pembelian kapal.


“Kan aneh enggak masuk akal. Uangnya sudah saya keluarkan, ordernya enggak ada,” kata Purbaya. 

Purbaya pun mempertanyakan apakah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) atau Kementerian Perindustrian kurang aktif sehingga belum ada pesanan kapal dari KKP. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran pembuatan kapal untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum dikucurkan.

Hal ini dikatakan Purbaya, terkait pernyataan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono bahwa dana pembangunan kapal dalam negeri berasal dari pinjaman luar negeri, tepatnya dari Pemerintah Inggris (UK).

Menurut Purbaya, alokasi anggaran tersebut pada akhirnya akan tetap melalui Kementerian Keuangan.

"Memang belum (kucuran dana)," kata Purbaya dikutip Kamis (12/2).

Purbaya menjelaskan pihaknya telah melakukan pengecekan lebih lanjut ke jajaran internal terkait dengan rencana pembangunan kapal.

Dia menegaskan bahwa pembangunan kapal pada dasarnya dapat dilakukan tanpa menunggu adanya pencairan dana.

Menuru Purbaya, kapal bisa dipesan terlebih dahulu apabila sudah ada rencana yang matang.

"Gini, kalau Anda punya rencana buat kapal sekian ribu, masa nunggu sampai ada dananya dulu. Kan sudah ada rencana di depannya kan. Saya minta itu. Itu saja belum kelihatan gerakan di depannya," ujarnya.

Purbaya menambahkan, komunikasi dengan Trenggono tidak menjadi persoalan. Ia menyebut hubungan keduanya berjalan baik sehingga koordinasi dinilai dapat dilakukan dengan mudah.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa dana pembangunan kapal dalam negeri berasal dari pinjaman luar negeri, tepatnya dari Pemerintah Inggris (UK).

Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, menanggapi komentar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait sumber pendanaan proyek tersebut.

"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana pembangunan kapal itu bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," tulis Trenggono, dikutip di Jakarta, Selasa (10/2).

“Kenapa KKP belum order ke sana, kan kita mendorong pertumbuhan ekonomi, uangnya sudah saya anggarin,” ujar Purbaya. “Rugi saya Pak, utang-utang dialokasikan enggak dipakai,” lanjut dia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran pembuatan kapal untuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum dikucurkan.

Hal ini dikatakan Purbaya, terkait pernyataan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono bahwa dana pembangunan kapal dalam negeri berasal dari pinjaman luar negeri, tepatnya dari Pemerintah Inggris (UK).

Menurut Purbaya, alokasi anggaran tersebut pada akhirnya akan tetap melalui Kementerian Keuangan.

"Memang belum (kucuran dana)," kata Purbaya dikutip Kamis (12/2).

Purbaya menjelaskan pihaknya telah melakukan pengecekan lebih lanjut ke jajaran internal terkait dengan rencana pembangunan kapal.

Dia menegaskan bahwa pembangunan kapal pada dasarnya dapat dilakukan tanpa menunggu adanya pencairan dana.

Menuru Purbaya, kapal bisa dipesan terlebih dahulu apabila sudah ada rencana yang matang.

"Gini, kalau Anda punya rencana buat kapal sekian ribu, masa nunggu sampai ada dananya dulu. Kan sudah ada rencana di depannya kan. Saya minta itu. Itu saja belum kelihatan gerakan di depannya," ujarnya.

Purbaya menambahkan, komunikasi dengan Trenggono tidak menjadi persoalan. Ia menyebut hubungan keduanya berjalan baik sehingga koordinasi dinilai dapat dilakukan dengan mudah.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa dana pembangunan kapal dalam negeri berasal dari pinjaman luar negeri, tepatnya dari Pemerintah Inggris (UK).

Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, menanggapi komentar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait sumber pendanaan proyek tersebut.

"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana pembangunan kapal itu bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," tulis Trenggono, dikutip di Jakarta, Selasa (10/2).

Sunday, 8 February 2026

PERMENDIKTISAINTEK NO. 56 TAHUN 2025 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS RIAU

Setelah SOTK Universitas Riau terbentuk, saatnya Statuta Unri ditetapkan untuk menetapkan kekhususan Unri melalui Permendiktisaintek nomor 56 tahun 2025.
 Gambar: Kampus Universitas Riau


Klik disini untuk download:Permendiktisaintek 56 tahun 2025