- Mengamankan Kebutuhan Dalam Negeri: Di tengah ketidakpastian dunia, Bahlil menegaskan fokus utama pemerintah adalah memastikan pasokan energi bagi masyarakat dan industri lokal tercukupi sebelum memikirkan negara lain.
- Ancaman Dinamika Geopolitik: Ketegangan global yang tak menentu memaksa Indonesia mengambil sikap protektif terhadap sumber daya strategisnya agar tidak ikut terhempas krisis energi.
- Dukungan Penuh terhadap Arahan Presiden: Kebijakan ini selaras dengan perintah Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian melakukan penghematan anggaran besar-besaran dan memperkuat pertahanan nasional.
- Wacana Penghentian Ekspor Gas: Bahlil secara terbuka membuka opsi untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas bumi ke negara-negara tetangga. Kontrak yang habis masanya akan dialihkan 100% untuk domestik.
- Peringatan bagi Negara Jiran: Ia mengingatkan negara-negara tetangga (salah satunya Singapura yang kontrak gas pipanya berakhir pada 2028) untuk berhati-hati dan memahami bahwa Indonesia harus mendahulukan kepentingan nasionalnya sendiri.
- Hilirisasi Energi Terarah: Gas alam lokal dialokasikan untuk memperkuat industri hilirisasi dalam negeri, seperti pembangunan pusat petrokimia, guna memberikan nilai tambah ekonomi maksimal saat ruang gerak global sedang menyusut. Gambar : Mentri Bahlil Umumkan Indonesia dalam Mode Survival









