hello

Sunday, 15 February 2026

SEJARAH MANDAILING SEBAGAI WILAYAH PAGARRUYUNG TIMUR (SEBUAH KISAH PERANTAUAN)

Mandailing, yang saat ini sebagian besar berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Kerajaan Pagaruyung di Sumatera Barat. Dalam konteks sejarah perluasan pengaruh, wilayah Mandailing—terutama bagian selatan—pernah menjadi wilayah pengaruh atau perluasan timur dari Kerajaan Pagaruyung. 
Gambar: Masjid Agung Sipirok

Berikut adalah poin-poin penting mengenai Mandailing sebagai wilayah Pagaruyung Timur:
Penyebaran Pengaruh dan Legenda
Kisah hubungan ini sering dikaitkan dengan legenda anak-anak Yang Dipertuan Pagaruyung (Raja Pagaruyung) yang mendirikan kerajaan-kerajaan baru di luar Minangkabau. Salah satu tokoh yang sering disebut dalam legenda, Batara Sinomba, dianggap mendirikan kerajaan di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Mandailing, menandai masuknya pengaruh kekuasaan Pagaruyung.

Geografis sebagai Wilayah Timur
Mandailing, yang terletak di bagian selatan Sumatera Utara (perbatasan dengan Sumatera Barat), secara geografis berada di sebelah timur/utara kerajaan Minangkabau. Posisi ini menempatkannya sebagai wilayah rantau atau perluasan pengaruh, khususnya sebelum masa Perang Padri yang mengubah konstelasi politik di Sumatera Tengah.
Pengaruh Adat dan Budaya
Meskipun Mandailing adalah bagian dari suku Batak, pengaruh Pagaruyung meninggalkan jejak dalam beberapa hal. Hal ini terlihat dari adanya pembauran budaya antara Batak dan Minangkabau. Interaksi ini mencakup sistem kekerabatan dan ketatnya tradisi adat yang dijunjung tinggi, yang di beberapa wilayah memiliki kemiripan dengan sistem pemerintahan adat di Sumatra Barat.
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

0 comments:

Post a Comment